Sunday, November 4, 2012
Keindahan Hati
Berbicara tentang apa itu hati yang terutama dalam hal keindahan/estetika sebenarnya ada beberapa yang perlu kita pelajari. Dalam arti sempit keindahan hati itu dapat dikategorikan dalam “Art in Life” yang artinya keindahan hati itu tak mungkin dapat jauh dari kehidupan seseorang dan pola pikir, ambisius dalam diri seseorang. Sebagai layaknya manusia normal pastinya kita memiliki keindahan-keindahan itu dalam hati kita walaupun itu hanya sesekian persen saja. Sebagai pemilik estetika secara logika kita harus dapat berfikir kritis bagaimana mengembangkan estetika itu agar selalu melekat dalam hati. Bagaimana cara keindahan senantiasa ada?. Nah mulai inilah kita membedah arti itu.
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk suatu estetika hati ini, mungkin ini bisa dikatakan hal yang sepele tapi memang tidak sepele. Tergantung bagaimana sifat dalam diri seseorang itu bilamana seseorang memiliki hai, jiwa sosial yang lumayan lah dengan hal itu pun bias dikategorikan level-level dalam keindahan hati. Menjaga suatu amarah, ambisi yang memuncak, egoistis itupun bias juga keindahan hati apabila kita dapat menahan segalanya yang buruk itu. Hati juga memiliki sifat-sifat tersendiri antara lain :
1. Sifat kreatif, dalam knteks ini kreatif diartikan bahwa hati juga dapat menciptakan segala sesuatunya tanpa memalui pemikiran dari sang otak. Untuk menciptakan nilai serta keindahan tersendiri bagi hati seseorang.
2. Keabadian, yang berati bilamana mulut itu mengucap tak sesuai dengan perkataan hati, meskipun seperti itu keindahan-keindahan hati pun juga dapat tak terasa lagi.
3. Sifat semesta, hati senantiasa menerapkan bahasa ungkapan perasaan yang akan hadir di berbagai waktu
Rasa ini bernama "Keinginan"
Ini kali pertama aku mempunyai keinginan yang tidak aku inginkan. Punya keinginan yang tidak ingin aku lakukan. Tadinya. Yaah, anggap sajalah seperti itu. Tapi sampai waktu itu bernama "saat ini"..keinginan itu akhirnya bernama. Nama yang aku rangkum menjadi sebuah kata" Akhirnya..". Lebih tepatnya "Akhirnya" dengan tiga tanda seru dibelakangnya. Akhirnya!!! Begitulah aku mengungkapkan antusiasku itu.
Menulis bukan hal yang asing bagiku..bagi setiap orang mungkin. Dari dulu aku suka menulis. Menulis buku catatan dengan rapi..menulis PR teman di buku PR ku...menulis nama gebetan dinding di kamar..bahkan, secara tidak sadar menulis nama sendiri di belakang pintu WC sering aku lakukan. Terang saja tulisanku bagus, kata Mama.
Dulu..ketika aku masih kecil, seorang yg menamai diri mereka orang dewasa
bertanya padaku,"Apa hobimu, wahai anak kecil?" Selalu ku jawab, "Menulis dan membaca, wahai anak besar". Tapi tetap saja itu tidak menjadikanku sebuah keinginan. Menulis itu tidak elegan. Setidaknya itu yang ada di pikiranku saat itu. Itu bukanlah sebuah hobi menarik yang bisa membuat seseorang menjadi lebih gaul, lebih keren, bahkan lebih terkenal diantara teman-temannya. Seperti hobi main basket, hobi ngBand, atau hobi gonta-ganti pacar. Naif.
Hingga pada akhirnya aku menemukan sebuat catatan seorang pria yang entah siapa. Catatan yang terdiri dari 3 kalimat tapi cukup membuat kata "menulis" menjadi lebih berarti bagiku. "Jika tak suka..Ungkapkan. Jika tak bisa..Katakan. Namun jika dengan bicara semua rasa tak terkatakan, Menulislah! Karena lewat kata, aku bicara.."
Subscribe to:
Comments (Atom)
Popular Posts
-
Ini kali pertama aku mempunyai keinginan yang tidak aku inginkan. Punya keinginan yang tidak ingin aku lakukan. Tadinya. Yaah, anggap saja...
-
Berbicara tentang apa itu hati yang terutama dalam hal keindahan/estetika sebenarnya ada beberapa yang perlu kita pelajari. Dalam arti ...
